
Mataram, 6 Mei 2026—Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Mataram bekerja sama dengan Prodi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya, Universitas Indonesia dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kuliah umum. Bertajuk “Peran Linguistik Klinis dalam Penanggulangan Gangguan Berbahasa dan Program Literasi di Sekolah”, krgiatan ini dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026), di Aula Gedung A FKIP Unram.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 200 mahasiswa semester VI yang dipersiapkan untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada semester VII.
Kuliah umum diawali dengan sambutan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Saharudin, S.S., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait psikolinguistik, khususnya linguistik klinis. Selain itu, mahasiswa yang akan terjun ke sekolah melalui program PLP diharapkan memiliki wawasan dalam menangani berbagai persoalan kebahasaan, seperti gangguan berbahasa, termasuk disleksia.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam mencapai indikator kinerja utama (IKU) yang berdampak, melalui kerja sama dengan Balai Bahasa yang akan menghasilkan tindak lanjut nyata.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP Universitas Mataram, Drs. H. Lalu Zulkifli, M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia berharap materi yang disampaikan dalam kuliah umum ini dapat menjadi dasar pengembangan riset bagi mahasiswa maupun dosen, serta memberikan gambaran terkait linguistik klinis dan literasi sekolah.
Pada sesi materi, narasumber dari Universitas Indonesia memaparkan konsep linguistik klinis dalam penanganan gangguan berbahasa. Materi tersebut mencakup pemahaman dasar linguistik klinis, jenis-jenis gangguan berbahasa, serta strategi asesmen dan intervensi yang relevan dalam konteks pendidikan.
Sementara itu, narasumber dari Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan berbagai program literasi yang dapat diimplementasikan di sekolah. Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa saat melaksanakan PLP sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan kemampuan literasi siswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran linguistik klinis dalam mendukung keberhasilan pembelajaran bahasa di sekolah, serta mampu mengimplementasikan program literasi secara efektif di lingkungan pendidikan. (Lnd)

