Memperbaiki “Kapal Kehidupan”: Pesan Kultum Ramadan Hari ke-8 tentang Niat, Taqwa, dan Keikhlasan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram kembali menyelenggarakan rangkaian Kultum Ramadan 1447 H hari ke-8 di Musolla FKIP Unram dengan menghadirkan Dr. Saharudin, M.A. sebagai narasumber. Dalam tausiah yang disampaikan, beliau mengangkat sebuah hadis yang mengandung pesan mendalam tentang persiapan manusia dalam menjalani kehidupan menuju akhirat. Hadis tersebut mengibaratkan kehidupan seperti sebuah perjalanan laut yang luas, di mana seseorang diingatkan untuk memperbarui “kapal”, mempersiapkan bekal, meringankan beban, dan mengikhlaskan setiap amal. Secara metaforis, para ulama memaknai “memperbarui kapal” sebagai upaya memperbaiki dan meluruskan niat, karena niat merupakan fondasi utama dalam setiap amal perbuatan, sebagaimana kapal menjadi sarana utama untuk menempuh perjalanan panjang di lautan kehidupan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bekal yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah taqwa, yaitu kesadaran penuh akan kehadiran Allah SWT yang tercermin dalam ketaatan, kejujuran, dan integritas dalam setiap aspek kehidupan. Perjalanan menuju akhirat merupakan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, sehingga manusia diingatkan untuk tidak terbebani oleh hal-hal duniawi yang berlebihan. Meringankan “barang bawaan” dimaknai sebagai upaya untuk tidak terikat secara berlebihan pada kepentingan dunia, melainkan memprioritaskan nilai-nilai spiritual dan amal kebaikan.
Selain itu, keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap amal, karena Allah SWT Maha Teliti dan Maha Mengetahui setiap niat dan perbuatan hamba-Nya, sehingga setiap amal hendaknya dilakukan semata-mata untuk memperoleh ridha-Nya.
Melalui pesan tersebut, civitas akademika FKIP Universitas Mataram diajak untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki niat, memperkuat taqwa, dan meningkatkan kualitas keikhlasan dalam menjalankan tugas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Kultum ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tujuan utama yang memerlukan persiapan matang melalui amal saleh, integritas, dan komitmen spiritual. Dengan demikian, diharapkan seluruh civitas akademika mampu membangun keseimbangan antara keunggulan akademik dan kedalaman spiritual sebagai landasan dalam menjalankan peran sebagai insan pendidik dan pembelajar.


Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pembinaan kesehatan mental dan spiritual, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penanaman integritas dan keikhlasan dalam kehidupan akademik dan sosial.
#FKIPUnram #UniversitasMataram #Ramadan1447H #KultumRamadan #PendidikanKarakter #SpiritualCampus #SDG4 #SDG3 #SDG16 #KampusBerdampak #UnramUnggul

