Mengubah Paradigma Ibadah: Pesan Kultum 19 Ramadan di FKIP Universitas Mataram
Suasana Ramadan 1447 H di Musolla Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram kembali diisi dengan tausiah yang sarat makna melalui kegiatan Kultum Ramadan yang dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, bertepatan dengan 19 Ramadan 1447 H, ba’da salat Zhuhur. Kultum kali ini disampaikan oleh Koordinator Program Studi Magister Administrasi Pendidikan FKIP Unram, Dr. Heri Hadi Saputra, M.Pd., yang mengangkat refleksi tentang pentingnya mengubah cara pandang dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Dalam ceramahnya, Dr. Heri Hadi Saputra mengingatkan bahwa manusia terkadang tidak bersikap adil terhadap dirinya sendiri, terutama dalam menetapkan target kehidupan yang bersifat ukhrawi. Ia menilai bahwa dalam praktik keseharian, ibadah sering kali dijalankan hanya sebatas kewajiban formal, bahkan tidak jarang terasa berat bagi sebagian orang.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengubah pola pikir dan paradigma dalam memahami ibadah. Ia menegaskan bahwa ibadah sejatinya bukan sekadar kewajiban manusia, melainkan hak Allah SWT atas hamba-Nya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, beliau mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang dialog antara Rasulullah SAW dan Muadz bin Jabal ketika Nabi memboncengnya di atas seekor keledai. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa hak Allah atas para hamba adalah menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, sementara hak hamba atas Allah adalah tidak diazab selama tidak melakukan kesyirikan.
Melalui hadis ini, Dr. Heri Hadi Saputra mengajak civitas akademika untuk memahami kembali hakikat ibadah sebagai bentuk penghambaan yang tulus kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kualitas ilmu seseorang juga sangat memengaruhi kualitas ibadah yang dijalankannya. Semakin baik pemahaman seseorang terhadap ilmu agama dan nilai-nilai spiritual, maka semakin tinggi pula kualitas penghambaan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk mencoba pendekatan baru dalam menjalankan ibadah dengan memperbaiki niat, meningkatkan pemahaman, serta menjadikan ibadah sebagai kebutuhan spiritual yang membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Kegiatan Kultum Ramadan ini menjadi bagian dari upaya FKIP Universitas Mataram dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan intelektual, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual, etika, dan karakter. Melalui kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadan, diharapkan seluruh civitas akademika mampu mengintegrasikan nilai keilmuan dan ketakwaan dalam setiap aktivitas akademik maupun kehidupan sosial.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pembinaan kesehatan mental dan spiritual, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penanaman nilai integritas dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik.
#FKIPUnram #UniversitasMataram #Ramadan1447H #KultumRamadan #SpiritualCampus #PendidikanKarakter #SDG4 #SDG3 #SDG16 #KampusBerdampak #UnramUnggul

