Empat “Serangan” Setelah Kematian: Renungan Ramadan dari Sekretaris GPUK FKIP Universitas Mataram
Rangkaian Kultum Ba’da Sholat Zhuhur dalam suasana Ramadan 1447 H di Musolla Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram kembali menghadirkan tausiah penuh refleksi yang mengajak civitas akademika untuk memperdalam kesadaran spiritual. Kultum yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 / 21 Ramadan 1447 H ini disampaikan oleh Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Kerja Sama (GPUK) FKIP Unram, Dr.rer.nat. Lalu Rudyat Telly Savalas, M.Si, yang mengangkat tema tentang empat “serangan” yang akan dihadapi manusia setelah kematian sebagai pengingat agar setiap individu mempersiapkan diri dengan amal kebaikan selama hidup di dunia.

selalu mengingat empat hal penting setelah kematian. Pertama adalah serangan maut, yakni kepastian datangnya kematian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Kedua adalah serangan ahli waris, yang menggambarkan bahwa segala harta yang selama ini dikumpulkan pada akhirnya akan berpindah kepada orang lain. Menurutnya, dua hal pertama ini dapat dipersiapkan secara bersamaan dengan memperbanyak amal saleh serta memanfaatkan kehidupan dunia untuk kebaikan yang bernilai akhirat.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan serangan ketiga, yaitu organisme yang akan memakan jasad manusia setelah kematian, sebagai pengingat bahwa tubuh fisik pada akhirnya akan hancur dan kembali kepada tanah.
Sementara itu, serangan keempat adalah datangnya orang-orang yang pernah dizalimi semasa hidup untuk menuntut haknya di hadapan Allah SWT. Pada saat itu, seseorang dapat mengalami kerugian besar jika amal baik yang dimilikinya habis untuk membayar kesalahan terhadap orang lain.
Oleh karena itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia serta menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
Dalam tausiah tersebut juga disampaikan pesan Rasulullah SAW bahwa antara satu waktu ibadah dengan ibadah lainnya—antara salat dengan salat, Jumat dengan Jumat, serta Ramadan dengan Ramadan—merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperbaiki diri. Khusus di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya, karena Al-Qur’an kelak akan menjadi syafaat bagi orang-orang yang menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Kultum Ramadan ini menjadi bagian dari tradisi spiritual yang terus dijaga di lingkungan FKIP Universitas Mataram sebagai upaya memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual civitas akademika. Melalui refleksi keagamaan yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadan, diharapkan seluruh civitas akademika dapat meningkatkan kesadaran moral, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat integritas dalam kehidupan akademik dan sosial.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pembinaan kesehatan mental dan spiritual, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penanaman nilai integritas, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
#FKIPUnram #UniversitasMataram #Ramadan1447H #KultumRamadan #RefleksiRamadan #SpiritualCampus #PendidikanKarakter #SDG4 #SDG3 #SDG16 #KampusBerdampak #UnramUnggul

