Kuliah Tamu Pendidik Biologi FKIP Universitas Mataram Hadirkan Perspektif Molekuler dalam Ekologi dan Transformasi Riset Biologi Menjadi Produk Pembelajaran

Mataram–Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram menyelenggarakan kuliah tamu pada Senin, 24 Agustus 2026 dengan menghadirkan dua akademisi dari perguruan tinggi mitra, yaitu Dr. Puguh Karyanto, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Dr. Novi Febrianti, M.Si. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan pengantar oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi, M.Si. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Universitas Mataram, Drs. Lalu Zulkifli, M.Si., Ph.D.

Kuliah tamu menghadirkan dua topik yang saling melengkapi, yakni penguatan perspektif ekologi dan biosistematika melalui pendekatan molekuler serta bagaimana hasil penelitian biologi dapat ditransformasikan menjadi inovasi dan produk pembelajaran. Dalam pemaparannya, Dr. Puguh Karyanto, S.Si., M.Si., Ph.D. mengangkat topik “Biosystematics and Population Ecology: A Molecular Insight of Primate Taxa.” Materi yang disajikan menempatkan ekologi sebagai kajian mengenai interaksi yang menentukan distribusi dan kelimpahan organisme. Pembahasan kemudian diarahkan pada pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam ekologi, seperti apa organisme yang dikaji, di mana organisme ditemukan, berapa jumlahnya, bagaimana pola tersebut terjadi, serta mengapa suatu spesies terdapat di suatu tempat tetapi tidak ditemukan di tempat lainnya. Perspektif tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa kajian ekologi dapat dikembangkan secara lebih mendalam melalui integrasi berbagai bidang ilmu. Salah satu bagian penting materi kuliah tamu pada kali ini ialah penerapan pendekatan molekuler dalam kajian biosistematika dan ekologi populasi primata. Dr. Puguh memperkenalkan penggunaan material feses primata sebagai sumber informasi molekuler. Pendekatan tersebut memungkinkan pengambilan sampel DNA secara non-invasif, termasuk untuk membantu identifikasi individu dan jenis kelamin serta kajian keragaman genetik dan mikrobioma. Materi kuliah juga memperkenalkan DNA barcoding, analisis jarak genetik, konektivitas genetik, keragaman genetik, serta analisis diet dan resource partitioning dalam kajian primata. Pendekatan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa persoalan ekologi tidak hanya dapat dikaji melalui pengamatan organisme dan lingkungannya, tetapi juga dapat diperkuat dengan pendekatan genetika dan molekuler untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendalam mengenai distribusi, populasi, kekerabatan, konektivitas, dan keragaman genetik.

Sementara itu, Dr. Novi Febrianti, M.Si. dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan menyampaikan materi bertajuk “From Molecular to Innovation: Transformasi Riset Biologi menjadi Produk Pembelajaran.” Materi tersebut secara khusus menunjukkan bagaimana hasil penelitian biologi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi inovasi yang memiliki nilai edukatif. Salah satu contoh yang digunakan adalah penelitian mengenai buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan potensinya dalam pengembangan produk terkait anti- aging. Materi membahas kandungan senyawa pada daging, biji, dan kulit buah naga merah, termasuk polifenol, flavonoid, betasianin, beta-karoten, likopen, vitamin E, serta sejumlah komponen kimia lainnya. Hasil penelitian mengenai aktivitas antioksidan ekstrak buah naga merah juga ditampilkan, termasuk pengukuran total fenol, total flavonoid, asam askorbat, serta aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Materi selanjutnya membawa peserta dari tingkat molekuler menuju pemahaman mengenai mekanisme biologis, antara lain keterlibatan tumor suppressor gene p53, miRNA, SIRT-1, dan PTEN dalam proses perbaikan kerusakan DNA akibat paparan UVB. Penelitian juga dikembangkan pada tingkat sel melalui kajian viabilitas fibroblas dan sintesis kolagen, termasuk pengamatan terhadap efek perlakuan ekstrak dalam kondisi yang berkaitan dengan paparan UVB. Hal menarik dari pemaparan tersebut adalah penekanan bahwa perjalanan sebuah penelitian tidak berhenti pada diperolehnya data dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian dapat diarahkan menuju inovasi dan produk yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dalam presentasinya, Dr. Novi menunjukkan contoh produk berupa e-modul serta video animasi mengenai mekanisme fitosom.

Kegiatan kuliah tamu berlangsung dengan suasana akademik yang interaktif. Setelah masing- masing narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan pertanyaan serta mendalami isu-isu yang relevan dengan materi yang disampaikan. Interaksi tersebut menjadi bagian penting karena kedua materi memberikan perspektif yang berbeda tetapi saling melengkapi. Materi Dr. Puguh memperlihatkan bagaimana konsep ekologi dapat dikembangkan melalui pendekatan biosistematika dan molekuler, sementara materi Dr. Novi menunjukkan bagaimana hasil penelitian biologi pada tingkat molekuler dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan produk pembelajaran. Bagi mahasiswa Pendidikan Biologi, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa kompetensi calon pendidik biologi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan memahami perkembangan penelitian biologi, membaca bukti ilmiah, menghubungkan penelitian dengan pembelajaran, dan mengembangkan hasil penelitian menjadi sumber belajar yang inovatif.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa dan dosen melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi lain. Kehadiran narasumber

dari UNS Surakarta dan UAD Yogyakarta sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai perkembangan ilmu biologi, khususnya pada bidang ekologi, biosistematika, genetika molekuler, penelitian biologi, inovasi, dan pengembangan produk pembelajaran. Melalui kegiatan semacam ini, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang menghubungkan riset, pembelajaran, dan inovasi, sehingga perkembangan ilmu biologi dapat terus dihadirkan dalam pengalaman belajar mahasiswa secara kontekstual dan berbasis bukti ilmiah.

Kegiatan kuliah tamu Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi akademik mahasiswa dengan menghadirkan perspektif mutakhir dalam ekologi, biosistematika, genetika molekuler, serta transformasi hasil penelitian biologi menjadi inovasi dan produk pembelajaran. Kegiatan ini juga mendukung SDG 15 (Life on Land) melalui pembahasan ekologi populasi, biodiversitas, genetika, dan konservasi primata berbasis pendekatan molekuler, termasuk metode pengambilan sampel DNA secara non-invasif. Selain itu, penerapan riset biologi untuk menghasilkan inovasi pembelajaran turut memperkuat SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi berbasis penelitian. Dengan demikian, kegiatan ini memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.

 

#SDG4 #SDG9 #SDG15 #QualityEducation #Innovation #Biodiversity #BiologyEducation #UniversitasMataram

 

Bagikan berita ini!