
Sekolah Nasional 3 Bahasa Budi Luhur Mataram adalah sekolah yang menaungi jenjang pendidikan dasar dan menengah yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Untuk meningkatkan praktik pembelajaran yang mengintegrasikan bahasa asing dengan konten bidang studi, sekolah menyelenggarakan kegiatan Diskusi Akademik Penerapan Content and Language Integrated Learning (CLIL) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis bahasa dan konten secara terpadu. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana akademik yang
interaktif dan kolaboratif, melibatkan unsur yayasan, pimpinan sekolah, serta para guru. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempertemukan praktik-praktik pembelajaran yang selama ini sudah dijalankan di sekolah dengan konsep-konsep yang seharusnya ada dalam penyelenggaraan Bilingual Education. Diskusi difasilitasi oleh I Made Sujana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram. Dalam pemaparannya, fasilitator menjelaskan konsep dasar CLIL sebagai pendekatan pembelajaran dengan tujuan ganda, yakni penguasaan konten akademik sekaligus pengembangan kompetensi bahasa asing. CLIL menempatkan bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai objek pembelajaran, dengan tetap menjaga keutuhan dan keotentikan materi akademik melalui dukungan scaffolding linguistik dan kognitif.
Materi diskusi mencakup rasional penerapan CLIL di sekolah menengah, termasuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna, efisiensi integrasi kurikulum, penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), literasi akademik, serta dukungan terhadap internasionalisasi dan daya saing global. Peserta juga diajak memahami kerangka CLIL yang dikenal dengan 4Cs, yaitu Content, Communication, Cognition, dan Culture, sebagai fondasi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Disampikan juga bagaimana penyelenggaraan penerapan Soft-CLIL menuju Hard-CLIL, yang dalam jangka panjang menjadi pendidikan yang berbasis pada EMI (English-Medium Instruction).


Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Yayasan Budi Luhur, Bapak Widi Winarto; Kepala SMA Nasional 3 Bahasa Budi Luhur Mataram, Bapak Wahyu Kasidi; Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Khasyatillah; Kepala SMP Nasional 3 Bahasa Budi Luhur, Ibu Esther Meliana; serta seluruh guru Sekolah Nasional 3 Bahasa Budi Luhur Mataram. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam pengembangan inovasi pembelajaran.
Melalui diskusi ini, diharapkan para guru memperoleh pemahaman konseptual dan praktis mengenai langkah-langkah penerapan CLIL, mulai dari analisis konteks, perumusan tujuan ganda, pengembangan materi, strategi pembelajaran, hingga asesmen dan tindak lanjut. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong implementasi pembelajaran bilingual yang berkualitas di lingkungan sekolah. Dalam jangka panjang, inovasi pembelajaran dengan pendekatan CLIL diharapkan mampu memberikan warna lain dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah, yang dapat mengantarkan murid-murid memiliki kekuatan akademik sekaligus bahasa asing terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.
Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Sekolah Nasional 3 Bahasa Budi Luhur, Bapak Widi Winarto, untuk menjadikan Sekolah Nasional Budi Luhur sebagai leading school diperlukan formula-formula untuk pengembangan sumber daya. Diskusi akademik ini perlu diwujudkan menjadi program-program kegiatan yang harus direalisasikan oleh semua jenjang pelaku (Yayasan, Kepla Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan); sehingga candaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Khasyatillah menjadikan “Sekolah Nasional rasa Internasional” segera bisa terwujud.

Dari perspektif kampus (FKIP Unram), kegiatan ini merupakan realisasi dari kegiatan Kampus Berdampak pada skala minor, yaitu ekspertise perguruan tinggi menjadi sumbangsih pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Semoga niat baik semua pihak bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendidikan minimal di wilayah Kota Mataram. Kegiatan ini juga mengupayakan adanya hubungan mutualisme sekolah sebagai tempat PLP mahasiswa dengan penyelenggara LPTK (FKIP Unram).
Ketika Deep Learning menjadi ikon pendidikan dasar dan menengah saat ini, perlu penerjemahan lebih jauh oleh para pelaku pendidikan, yaitu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tidak akan pernah dicapai tanpa Pengajaran Mendalam (Deep Teaching), dan Pengajaran Mendalam tidak akan pernah terlaksana tanpa Perencanaan Mendalam (Deep Planning. Dengan demikian, sinergiskan antara Deep Planning, Deep Teaching menuju Deep Learning. Selamat ber-CLIL ria untuk Tim Sekolah Nasional 3 Bahasa Mataram. Bravo. [I Made Sujana, English Education Program, University of Mataram].

