Mataram, 30 Januari 2026 — Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (UNRAM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu akademik dan jejaring nasional dengan menerima kunjungan benchmarking dari Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang 2 FKIP UNRAM pukul 08.00–10.30 WITA.
Kegiatan benchmarking ini dihadiri oleh jajaran dekanat FKIP UNRAM, Ketua dan Sekretaris Jurusan PMIPA, Koordinator dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Kimia UNRAM, serta seluruh dosen Program Studi Pendidikan Kimia. Kehadiran lengkap sivitas akademika menjadi wujud kesiapan Prodi Pendidikan Kimia UNRAM dalam berbagi praktik baik pengelolaan program studi.
Rombongan FKIP UNTIRTA yang terdiri dari enam dosen dipimpin oleh Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FKIP UNTIRTA, bersama perwakilan pimpinan program studi, pengelola laboratorium, pengelola jurnal, serta pembina organisasi mahasiswa. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk bertukar pengalaman terkait pengembangan kurikulum, pengelolaan laboratorium, jurnal ilmiah, dan pembinaan kemahasiswaan.
Sebagai tindak lanjut kegiatan benchmarking, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNRAM dan Jurusan Pendidikan Kimia FKIP UNTIRTA menandatangani dokumen kerja sama, yang menandai dimulainya kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNRAM menegaskan fokus pengembangan keilmuannya pada kajian etnokimia, yang sejalan dengan roadmap penelitian UNTIRTA. Kesamaan visi ini membuka peluang kolaborasi lanjutan, seperti penyelenggaraan kuliah tamu, simposium ilmiah, serta inisiasi basis data etnokimia Indonesia dengan melibatkan para pakar etnokimia dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNRAM diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan dan riset kimia berbasis kearifan lokal, sekaligus memperluas jejaring kerja sama nasional demi peningkatan kualitas akademik dan kontribusi keilmuan yang berkelanjutan.











