Mataram, 13 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan kualitas pembelajaran praktikum melalui penerimaan hibah peralatan Small-Scale Chemistry Laboratory. Hibah ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang melibatkan Sogang University (Korea Selatan), FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan FKIP Universitas Mataram sebagai mitra pelaksana di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Penerimaan hibah ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen LUPIC dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains melalui penyediaan fasilitas laboratorium yang inovatif, aman, dan berkelanjutan. Kehadiran perangkat Small-Scale Chemistry Laboratory diharapkan mampu memperkaya pengalaman praktikum mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran kimia yang selaras dengan prinsip Green Chemistry.
Green Chemistry atau kimia hijau merupakan pendekatan dalam ilmu kimia yang berfokus pada perancangan proses dan penggunaan bahan kimia yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Prinsip ini menekankan upaya mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, meminimalkan limbah, menghemat energi, serta meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium. Dalam konteks pendidikan, penerapan Green Chemistry melalui praktikum skala kecil memungkinkan mahasiswa tetap memperoleh pengalaman eksperimen yang berkualitas dengan konsumsi bahan kimia yang jauh lebih sedikit dibandingkan praktikum konvensional.
Konsep Small-Scale Chemistry (SSC) menjadi salah satu implementasi nyata Green Chemistry di laboratorium pendidikan. Praktikum dilakukan menggunakan volume larutan dalam jumlah kecil, sehingga mampu mengurangi biaya operasional, menekan produksi limbah kimia, memperkecil risiko kecelakaan kerja, serta mendukung pengelolaan laboratorium yang lebih berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Melalui hibah ini, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram memperoleh berbagai peralatan laboratorium skala kecil yang dirancang khusus untuk mendukung praktikum berbasis Green Chemistry. Peralatan tersebut antara lain pipet tetes, buret 10 mL, pipet volumetrik, statif mini, klem buret, gelas ukur volume kecil, Erlenmeyer mini, gelas beker ukuran kecil, tabung reaksi mini, rak tabung reaksi, mikrospatula, corong mini, botol reagen, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang memungkinkan pelaksanaan eksperimen dengan volume reagen yang minimal namun tetap menghasilkan data yang akurat.
Pemanfaatan peralatan tersebut akan mendukung berbagai kegiatan praktikum, seperti titrasi asam-basa, identifikasi sifat larutan, reaksi redoks, stoikiometri, kesetimbangan kimia, hingga analisis sederhana yang selama ini memerlukan penggunaan reagen dalam jumlah relatif besar. Dengan pendekatan skala kecil, mahasiswa tetap dapat menguasai keterampilan laboratorium sekaligus memahami pentingnya praktik ilmiah yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program LUPIC. Menurutnya, hibah ini tidak hanya meningkatkan kualitas sarana laboratorium, tetapi juga memperkuat implementasi pembelajaran berbasis keberlanjutan yang menjadi salah satu arah pengembangan Program Studi Pendidikan Kimia.
“Small-Scale Chemistry menjadi langkah strategis dalam membangun budaya praktikum yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kimia, tetapi juga dibiasakan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan laboratorium,” ujarnya.
Hibah laboratorium ini juga mendukung pengembangan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta memperkuat persiapan Program Studi Pendidikan Kimia menuju akreditasi internasional ACQUIN, khususnya dalam aspek penguatan fasilitas pembelajaran, inovasi praktikum, dan implementasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan.
Selain itu, penerapan konsep Green Chemistry melalui Small-Scale Chemistry Laboratory sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran sains yang berkualitas dan inovatif, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengurangan penggunaan bahan kimia dan limbah laboratorium, serta SDG 13 (Climate Action) melalui praktik laboratorium yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram berkomitmen untuk mengintegrasikan konsep Small-Scale Chemistry ke dalam kegiatan praktikum mahasiswa, pelatihan guru, serta program pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi tempat pembelajaran konsep kimia, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran akan pentingnya penerapan sains yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.










