Praya, 23 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas), Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram menyelenggarakan Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) bagi guru-guru kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Praya ini diikuti oleh 45 guru kimia SMA se-Kabupaten Lombok Tengah dan merupakan bagian dari implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional.
Workshop ini merupakan implementasi kerja sama Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang melibatkan Sogang University (Korea Selatan), FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan FKIP Universitas Mataram sebagai mitra pelaksana di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui program Goal 4-2-4: Regional Hub University – Retraining Program for Local Science Teachers, Universitas Mataram berperan sebagai Regional Hub University dalam meningkatkan kapasitas guru sains di kawasan Indonesia Timur melalui penguatan kompetensi pedagogik dan profesional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Wilayah Lombok Tengah, yang menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan MGMP dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan guru yang adaptif terhadap perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, serta tuntutan kompetensi abad ke-21.
Workshop dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan selaras dengan perkembangan pendidikan global. Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai rangkaian aktivitas yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi hasil kerja kelompok, hingga sesi refleksi. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga hasil workshop dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.
Pada sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai filosofi dan karakteristik pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Melalui pendekatan ini, pembelajaran kimia tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang menjadi kompetensi utama abad ke-21.
Selanjutnya, para guru didampingi dalam mengidentifikasi materi-materi kimia yang potensial dikembangkan menggunakan pendekatan STEAM. Secara kolaboratif, peserta menyusun modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen asesmen yang dirancang agar dapat diimplementasikan secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram, Dra. Muti’ah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru.
“Kolaborasi internasional melalui program LUPIC memberikan kesempatan bagi kami untuk menghadirkan praktik-praktik pembelajaran yang selaras dengan perkembangan pendidikan global. Kami berharap guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pendekatan STEAM, tetapi juga mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang inovatif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di sekolah,” ujarnya.
Ketua MGMP Kimia Kabupaten Lombok Tengah turut mengapresiasi penyelenggaraan workshop ini. Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan guru mengenai pembelajaran STEAM, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan nyata di kelas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Guru-guru aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mengembangkan berbagai ide inovatif dalam merancang pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa workshop ini memberikan pengalaman baru dalam mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam pembelajaran kimia sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna.
Sebagai luaran kegiatan, para peserta berhasil menghasilkan rancangan awal perangkat pembelajaran berbasis STEAM yang terdiri atas modul ajar, LKPD, dan instrumen asesmen yang akan terus disempurnakan dan diimplementasikan di sekolah masing-masing. Selain itu, workshop ini juga menjadi awal terbentuknya komunitas belajar guru kimia di Kabupaten Lombok Tengah sebagai wadah berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan profesional secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara Sogang University, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Mataram, program LUPIC menunjukkan bahwa kemitraan internasional mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan hingga tingkat sekolah. Kegiatan ini juga menjadi kontribusi konkret terhadap pencapaian SDG 4: Quality Education, khususnya dalam mendukung Target 4.c, yaitu meningkatkan jumlah guru yang berkualitas melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Dengan memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEAM, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram turut berkontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21 serta mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas bagi semua. (erm)












