
Makassar, 7 Agustus 2026 – Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) dan Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) resmi menjalin kerja sama strategis. Penandatanganan naskah Implementasi Kerja Sama (IA) tentang Kolaborasi Pengembangan Kurikulum Standar ACQUIN itu dilakukan di sela-sela kegiatan Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (8/8).
Penandatanganan naskah IA dilakukan langsung oleh Koordinator Prodi PBSI FKIP Unram, Dr. Saharudin, S.S., M.A., dan Koordinator Prodi PBSID FS UM, Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd., M.Pd. Momen ini menjadi tonggak awal sinergi kedua perguruan tinggi dalam upaya bersama meningkatkan mutu kurikulum menuju standar internasional.
Dr. Saharudin mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan hasil dari pembahasan dan tukar pikiran mendalam mengenai kurikulum yang telah berlangsung antara kedua prodi. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bekal penting bagi Prodi PBSI FKIP Unram dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian akreditasi, sekaligus memperkuat jejaring akademik antarinstitusi.
“Kami telah melakukan pembahasan dan sharing kurikulum secara intensif sebagai persiapan menghadapi akreditasi nasional. Alhamdulillah, Implementasi Kerja Sama ini sudah dapat ditandatangani langsung di forum IKAPROBSI ini. Sinergi ini akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan kurikulum yang berstandar internasional,” ujar Dr. Saharudin.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam kolaborasi ini adalah penerapan Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum. Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., selaku reviewer kurikulum untuk akreditasi internasional di FS UM, menegaskan bahwa implementasi OBE harus benar-benar dijalankan secara konsisten dan bukan sekadar dokumen administratif.
“Kurikulum harus betul-betul mengimplementasikan OBE. Ini bukan sekadar dokumen, tetapi harus terlihat dalam proses pembelajaran, capaian pembelajaran yang terukur, serta penjaminan mutu yang berkelanjutan,” tegas Prof. Kusubakti.
ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) merupakan lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Bayreuth, Jerman, dan terdaftar dalam European Quality Assurance Register for Higher Education (EQAR). Akreditasi ini menilai kualitas pendidikan tinggi berdasarkan standar Eropa, mencakup aspek kurikulum, tata kelola akademik, sumber daya manusia, serta fasilitas pendukung pembelajaran.

