Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram kembali menunjukkan keterlibatan mahasiswanya dalam kegiatan internasional. Salah satu mahasiswi Pendidikan Biologi angkatan 2024, Kadek Dwitya Megumi Iizuka, berkesempatan mengikuti program Joint Class and Heritage Trail (Inbound) di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Kuala Terengganu, Malaysia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program student mobility yang melibatkan mahasiswa Universitas Mataram dan Universitas Airlangga. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembelajaran daring selama bulan Juni 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka di UMT pada 4–10 Agustus 2026. Program tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh pengalaman akademik, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan lintas budaya.

Perkuat Pengalaman Akademik dan Pertukaran Budaya

Sebelum mengikuti kegiatan di Malaysia, peserta terlebih dahulu mengikuti dua kali Online Class yang membahas budaya populer, kompetensi lintas budaya, kecerdasan budaya, bahasa, serta kesiapan menghadapi dunia kerja global. Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung di UMT.

Selama berada di Universiti Malaysia Terengganu, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, termasuk pengenalan lingkungan kampus dan kunjungan ke Galeri INOS serta Perpustakaan Sultanah Nur Zahirah (PSNZ). Selain itu, peserta mengikuti Sharing Session antara UNRAM, UNAIR, dan UMT untuk bertukar informasi mengenai institusi, bidang akademik, serta peluang kolaborasi.

Rangkaian Joint Class juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk mempelajari budaya, bahasa, komunikasi, dan warisan Melayu melalui berbagai materi, termasuk Kenali Malaysia, Kenali Terengganu, Komunikasi Gen Z dalam Ruang Digital: Malaysia–Indonesia, dan Kenali Tanjak.

Heritage Trail dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Selain kegiatan akademik, peserta mengikuti kegiatan Heritage Trail dengan mengunjungi sejumlah lokasi budaya di Kuala Terengganu, seperti kawasan Losong dan Pulau Duyung, termasuk RV Discovery, muzium, Keropok Lekor Warisan Losong, dan Masjid Kristal. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara langsung.

Peserta juga mengikuti Program Kesukarelawanan Alam Sekitar “Sayangi Pantai Budaya Kita” di Pantai UMT. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan presentasi kelompok sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran gagasan selama program berlangsung.

Perkenalkan Budaya Lombok di Kancah Internasional

Tidak hanya mempelajari budaya Malaysia, peserta dari Universitas Mataram juga mendapat kesempatan untuk memperkenalkan budaya daerah asal. Dalam rangkaian Majelis Perpisahan, peserta dari Universitas Mataram menampilkan tari tradisional Lombok sebagai bagian dari kegiatan pertukaran budaya.

Kadek Dwitya Megumi Iizuka turut tampil dalam penampilan tari tersebut bersama peserta dari Universitas Mataram lainnya. Penampilan tari tradisional Lombok menjadi salah satu momen yang menarik dalam rangkaian kegiatan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Lombok kepada peserta program serta civitas akademika Universiti Malaysia Terengganu.

Keikutsertaan Kadek dalam penampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan perpisahan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia di lingkungan internasional. Melalui seni tari, peserta dapat membangun interaksi lintas budaya sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Lombok kepada masyarakat akademik di Malaysia.

Kegiatan Majelis Perpisahan menjadi penutup rangkaian program setelah peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, budaya, lingkungan, dan interaksi lintas perguruan tinggi.

Perluas Wawasan dan Jejaring Internasional

Keikutsertaan Kadek Dwitya Megumi Iizuka dalam program ini menjadi pengalaman berharga dalam memperoleh pembelajaran di lingkungan internasional. Berbagai kegiatan yang diikuti memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, serta memperluas wawasan akademik dan budaya.

Pengalaman mengikuti Joint Class, Heritage Trail, kegiatan lingkungan, hingga penampilan budaya memberikan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat.

Secara keseluruhan, Joint Class and Heritage Trail (Inbound) menjadi pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan aspek akademik, budaya, lingkungan, dan interaksi lintas perguruan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring internasional serta memperkenalkan identitas dan budaya Indonesia, khususnya kekayaan budaya Lombok, di lingkungan Universiti Malaysia Terengganu.