Memperbanyak Zikir di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan: Pesan Spiritual Kultum di FKIP Universitas Mataram
Rangkaian kegiatan Kultum Ba’da Sholat Zhuhur dalam rangka menyambut dan memaknai bulan suci Ramadan 1447 H terus berlangsung khidmat di Musolla Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram. Pada Selasa, 10 Maret 2026 yang bertepatan dengan 20 Ramadan 1447 H, tausiah disampaikan oleh dosen Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP Unram, Drs. H. Khairuddin, M.Eng.. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang memiliki keutamaan luar biasa.

Mengawali tausiah, Drs. H. Khairuddin mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 41–42 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa mengingat Allah sebanyak-banyaknya serta bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa zikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Beliau menjelaskan bahwa zikir tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tetapi dapat dilaksanakan kapan saja, baik ketika berdiri, duduk, maupun dalam keadaan berbaring.
Dalam penjelasannya, beliau juga menyampaikan beberapa hadis yang menekankan keutamaan zikir. Salah satunya menyebutkan bahwa setiap kali seseorang membaca tasbih dan kalimat zikir lainnya, maka akan dicatat sejumlah pahala dan dihapus sejumlah dosa. Selain itu, beliau juga mengisahkan riwayat yang berkaitan dengan peristiwa Isra Mikraj, ketika Nabi Ibrahim AS menyampaikan salam kepada umat Nabi Muhammad SAW serta berpesan agar memperbanyak zikir dengan kalimat Subḥānallāh, wal-ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. Dalam riwayat tersebut digambarkan bahwa surga memiliki tanah yang rata, subur, dan harum, namun belum ditanami, sehingga zikir yang diucapkan oleh manusia akan menjadi tanaman yang tumbuh di dalamnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh civitas akademika FKIP Universitas Mataram untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, zikir merupakan amalan yang ringan diucapkan tetapi memiliki nilai pahala yang sangat besar. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga di bulan Ramadan, khususnya dengan mengamalkan empat lafaz zikir utama yang sering dianjurkan dalam berbagai hadis Nabi SAW.
Kegiatan Kultum Ramadan ini menjadi bagian dari tradisi spiritual yang terus dijaga di lingkungan FKIP Universitas Mataram sebagai upaya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Melalui tausiah yang disampaikan setiap hari selama bulan Ramadan, civitas akademika diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keimanan, memperdalam pemahaman agama, serta menjadikan ibadah sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitas akademik dan kehidupan sosial.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pembinaan kesehatan mental dan spiritual, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penanaman nilai integritas, moral, dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik.
#FKIPUnram #UniversitasMataram #Ramadan1447H #KultumRamadan #ZikirRamadan #SpiritualCampus #PendidikanKarakter #SDG4 #SDG3 #SDG16 #KampusBerdampak #UnramUnggul

