Mataram, 5 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertema “Inovasi Pembelajaran Kimia Berbasis Keberlanjutan: Transformasi Menuju Kampus Berdampak dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Kimia dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdampak sekaligus memperkuat peran pendidikan kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Kuliah umum yang dilaksanakan di Aula Gedung A FKIP Universitas Mataram ini diikuti oleh sekitar 80 peserta, terdiri atas 55 mahasiswa dan 25 dosen Program Studi Pendidikan Kimia. Kegiatan berlangsung secara luring dan daring, sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai institusi serta memperluas ruang diskusi akademik.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan kimia, yaitu Prof. Sri Rahayu dari Universitas Negeri Malang dan Prof. Dr. Tiurlina Siregar dari Universitas Cenderawasih. Kedua narasumber membahas berbagai inovasi pembelajaran kimia yang berorientasi pada keberlanjutan, penguatan literasi sains, serta peran pendidikan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs.
Dalam pemaparannya, Prof. Sri Rahayu menekankan pentingnya transformasi pembelajaran kimia dari yang berfokus pada penguasaan konsep menjadi pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata. Isu-isu seperti pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah, energi terbarukan, green chemistry, dan pemanfaatan sumber daya lokal perlu diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Tiurlina Siregar memaparkan pentingnya penerapan konsep Green Chemistry, laboratorium hijau (green laboratory), pembelajaran berbasis proyek, serta pembelajaran kontekstual yang mengaitkan konsep kimia dengan persoalan lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai gagasan dan pengalaman dibagikan untuk memperkaya perspektif mengenai pengembangan pendidikan kimia yang lebih inovatif, relevan, dan berdampak. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring akademik antara Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram dengan Universitas Negeri Malang dan Universitas Cenderawasih.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram berharap dapat terus mendorong pengembangan pembelajaran kimia yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain memperkuat kompetensi mahasiswa calon guru kimia, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs dan mewujudkan visi Universitas Mataram sebagai kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.











